Mendag Enggar : Tawarkan Chile Investasi di Indonesia

Santiago – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memilih Cile sebagai salah satu negara tujuan misi dagang Indonesia. Apalagi, Indonesia dengan Cile kini telah memasuki era baru hubungan perdagangan bilateral lewat penandatanganan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Menteri Enggar memanfaatkan peluang itu untuk menggairahkan ekonomi Indonesia dari Amerika Latin. Bahkan, ia bisa meluncurkan bus turistik dengan desain khusus Indonesia di Santiago, ibu kota negeri Cile.

Peluang lainnya adalah melalui perusahaan susu terbesar di Cile, Cooperativa Agricola y Lechera de La Union Ltda (Colun), melalui investasi langsung di Indonesia.

“Saya tawarkan untuk investasi di Indonesia agar perdagangan Indonesia ke Cile diharapkan dapat meningkat,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (19/12) malam.

Penandatanganan kerja sama IC-CEPA menjadi jembatan dan mendekatkan Indonesia dengan perekonomian yang selama ini dianggap kurang potensial dan memiliki biaya logistik tinggi.

“Dengan adanya akses pasar yang lebih baik, perdagangan kedua negara akan meningkat,” tegas Enggar.

Dalam rangkaian misi dagang ke Cile ini, Kementerian Perdagangan (Kemdag) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago, Cile, Indonesia Trade Promotion Center Santiago, Direcon, Kementerian Luar Negeri Cile, dan Sofofa menyelenggarakan forum bisnis dengan tema “Strengthening Indonesia-Chile Bilateral Trade Relations”.

“Potensi transaksi yang diperoleh para pengusaha Indonesia dalam misi dagang ini mencapai sebesar US$ 735.000,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemdag, Arlinda.

Acara tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari instansi terkait, seperti Kementerian Luar Negeri Cile, Kementerian Ekonomi dan Pariwisata Cile, Bea Cukai Cile, Kadin Asia Pasifik, Kadin Santiago, asosiasi dunia usaha, pengusaha dan importir Cile, Prochile, Atase Perdagangan Negara ASEAN, dan para duta besar dari negara-negara ASEAN untuk Cile.

Misi dagang ke Cile memboyong tujuh delegasi bisnis Indonesia, yakni Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Bio Diesel Indonesia (Aprobi), PT Wilmar International, CV Home Fashion, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sentra Surya Ekajaya, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ketujuh pelaku usaha ini melakukan one-on-one business matching dengan 37 perusahaan Cile dari sektor minyak kelapa sawit dan turunannya, furnitur dan dekorasi rumah, jasa keuangan, dan peralatan militer.

Selain one-on-one business matching, para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang sawit dan turunannya juga melakukan kunjungan ke produsen makanan ringan, Carozzi, yang merupakan salah satu produsen makanan ringan terbesar di wilayah Amerika Latin yang berdiri sejak 1898.

“Hal lain yang dibahas dalam misi dagang ini adalah peluang dan tantangan pasca IC-CEPA dengan para importir Cile agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha,” kata Arlinda.

Source : Beritasatu.com