Kandungan Gizi Minyak Sawit Merah Dipertanyakan, Benarkah Tidak Sehat? Simak Penjelasannya..

Kandungan gizi pada minyak sawit merah lebih buruk sehingga tidak bermanfaat bagi kesehatan (Mitos 5-14)

Para peneliti gizi dunia menyebut minyak sawit sebagai “the world’s richest natural source of carotenoids”. Warna merah kekuning-kuningan pada Crude Palm Oil (CPO) mencerminkan bahwa tingginya kandungan karotenoid sebagai prekusor vitamin A. Minyak sawit juga kaya akan vitamin E dan senyawa bioaktif lainnya yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Sebagian besar pemanfaatan minyak sawit untuk pangan adalah dalam bentuk minyak goreng. Aplikasi teknologi pengolahan minyak sawit menjadi minyak goreng selama ini sengaja mereduksi bahkan menghilangkan karoten agar menghasilkan minyak berwarna kuning keemasan (Yuliasari et al., 2014) sehingga sesuai dengan preferensi masyarakat Indonesia dan lebih diterima pasar. Selain mengakomodir preferensi masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi minyak goreng dengan warna putih (minyak kelapa, minyak inti sawit) dan warna kuning (minyak sawit), standar perdagangan minyak goreng selama ini adalah minyak goreng berwarna putih dan kuning.

Untuk mempertahankan kandungan senyawa bioaktif alami pada minyak sawit, kemudian dikembangkan minyak sawit merah (Red Palm Oil/Red Palm Olein). Proses pengolahan minyak sawit merah dilakukan penyesuaian teknologi seperti tanpa bleaching dan deodorisasi suhu rendah (Alyas et al., 2006; Ayustaningwarno, 2012; Hasibuan et al., 2021). Dengan modifikasi pengolahan yang demikian, minyak sawit merah masih mengandung senyawa bioaktif dengan kadar yang lebih tinggi (Tabel 6).

Kadar senyawa bioaktif pada minyak sawit merah relatif tidak jauh berbeda dengan minyak sawit mentah (CPO) yang belum diolah. Berbagai studi (Nesaretnam et al., 2002; Kritchevsky et al., 2002; Cooper et al., 2002; Oguntibeju, 2009; Ayeleso et al., 2012; Katengua‐Thamahane et al., 2014; Loganathan et al., 2017; Sinaga, 2021; Olabiyi et al., 2021) mengungkapkan bahwa tingginya kandungan antioksidan yang bersumber dari karoten dan vitamin E (tocopherols dan tocotrienols) serta senyawa bioaktif lainnya pada minyak sawit merah bermanfaat bagi kesehatan seperti mencegah kanker, melindungi kesehatan jantung, mencegah atherosclerosis, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, menyehatkan organ reproduksi, memperbaiki metabolisme berkaitan dengan diabetes, melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan dan inflamasi, meningkatkan kesehatan otak, serta menjaga imunitas tubuh.

Kandungan karoten yang tinggi pada minyak sawit merah juga dapat dijadikan sebagai sumber vitamin A untuk mengurangi dan mencegah kekurangan vitamin A (Scrimshow, 2000; Longganathan et al., 2017) seperti stunting. Untuk tujuan pencegahan stunting, minyak sawit merah dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan fortifikasi produk pangan (misal minyak goreng sawit) maupun produk suplemen kesehatan (Hasibuan dan Siahaan, 2014; PASPI Monitor, 2021).

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1344