Kemampuan emission saving pada biodiesel sawit lebih rendah dibandingkan biodiesel nabati lain (Mitos 6-10)
Penghematan emisi (emission saving) dari berbagai sumber biodiesel dunia telah menjadi perdebatan panjang para ahli. Perdebatan berkisar antara metodologi yang digunakan, atau apakah menggunakan salah satu atau kombinasi dari direct emission, direct land use change emission, dan indirect land use change emission. Ketidakpastian (uncertainty) seberapa besar penghematan emisi semakin tinggi karena berbagai ketidakpastian Life Cycle Analysis yang digunakan pada ketiga metode tersebut (Liska dan Cassman, 2008; Liska et al., 2009; Malca dan Freire, 2011; Liska, 2015).
Perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman yang memiliki kemampuan fotosintesis yang secara neto menyerap karbon dioksida (carbon sink) dari atmosfer bumi serta menyimpannya (carbon sequestration) baik dalam bentuk biomassa sawit maupun produksi minyak sawit. Dan jika dibandingkan dengan sumber minyak nabati lainnya, emisi minyak sawit jauh lebih rendah.
Mengingat minyak nabati merupakan bahan baku utama biodiesel, maka biodiesel sawit (palm oil-based biodiesel) lebih hemat emisi dibandingkan dengan biodiesel kedelai (soybean-based biodiesel), biodiesel rapeseed (rapeseed-based biodiesel), dan biodiesel bunga matahari (sunflower-based biodiesel). Dan jika dibandingkan dengan emisi karbon dari solar fosil, maka biodiesel sawit secara neto jauh lebih hemat emisi.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa emission saving dari biodiesel sawit bervariasi antar peneliti. European Commission Joint Research Centre (2013) mengungkapkan bahwa biodiesel sawit yang dihasilkan dari PKS (CPO Mill) yang menerapkan teknologi methane capture mampu menghemat emisi (emission saving) mencapai 62 persen (Gambar 11). Kemampuan biodiesel sawit tersebut juga lebih tinggi dibandingkan biodiesel nabati lain seperti biodiesel rapeseed (45 persen), biodiesel kedelai (40 persen), dan biodiesel bunga matahari (58 persen).
Hasil penelitian Mathews dan Ardyanto (2015) juga mendukung temuan Uni Eropa tersebut, dimana penggunaan biodiesel sawit sebagai pengganti diesel fosil dapat menurunkan emisi GRK di atas 60 persen. Studi Euro Lex (2009) juga mengungkapkan bahwa biodiesel sawit mampu menghemat emisi sekitar 62 persen lebih rendah dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan dari fosil.
Banyak kajian ilmiah (Gambar 12) yang dilakukan para ahli juga menunjukkan kemampuan penghematan emisi oleh biodiesel sawit berkisar 40-71 persen.
Uraian di atas menunjukkan bahwa penghematan emisi GRK biodiesel sawit lebih tinggi dibandingkan dengan penghematan emisi biodiesel kedelai, biodiesel rapeseed, dan biodiesel bunga matahari. Dengan kata lain, penggunaan biodiesel minyak sawit sebagai pengganti diesel fosil dapat menurunkan emisi GRK yang lebih besar dibandingkan dengan jika menggunakan biodiesel minyak nabati lainnya.
Referensi :
- European Commission. 2013. The Impact of EU Consumption on Deforestation: Comprehensive Analysis of the Impact of EU Consumption on Deforestation. Tersedia pada: https://ec.europa.eu/environment/forests/pdf/1.%20Report%20analy sis%20of%20impact.pdf
- Euro-Lex. 2009. Directive 2009/28/EC of the European Parliament and of the Council Of 23 April 2009 on the Promotion of the Use of Energy from Renew- able Sources and Amending and Subsequently Repealing Directives 2001/77/EC and 2003/30/EC. L 140/16. Tersedia pada: http://eur- lex.europa.eu
- Liska AJ, Cassman KG. 2008. Towards Standardization of Life-Cycle Metrics for Biofuels: Greenhouse Gas Emissions Mitigation and Net Energy Yield. Journal Biobased Materials Bioenergy. 2(3): 187–203. http://dx.doi.org/10.1166/jbmb.2008.402
- Liska AJ, Yang HS, Bremer VR, Klopfenstein TJ, Walters DT, Erickson GR, Cassman KG. 2009. Improvements in Life Cycle Energy Efficiency and Greenhouse Gas Emissions of Corn-Ethanol. Journal of Industrial Ecology. 13(1): 58–74. https://doi.org/10.1111/j.1530-9290.2008.00105.x
- Liska AJ. 2015. Eight Principles of Uncertainty for Life Cycle Assessment of Biofuel Systems. http://dx.doi.org/10.1515/9783110275896-014
- Malca J, Freire F. 2011. Uncertainty Analysis of the Life-Cycle Greenhouse Gas Emissions and Energy Renewability of Biofuels. Tersedia pada: https://www.intechopen.com/chapters/19177
- Mathews J, Ardiyanto A. 2015. Estimation of Greenhouse Gas Emissions for Palm Oil Biodiesel Production: A Review and Case Study within the Council Directives 2009/28/Ec of the European Parliament. Journal of Oil Palm, Environment and Health. 6:25-41. http://dx.doi.org/10.5366/jope.2015.03

