Virgin Forest Indonesia Masih Jadi Rumah Biodiversitas Tropis Dunia!

Virgin forest sebagai “rumahnya” biodiversitas di Indonesia lebih buruk daripada negara lain (Mitos 7-04) 

Indonesia bukanlah Eropa dan Amerika Utara. Kedua kawasan tersebut telah menghabiskan hutan alam (virgin forest) pada awal pembangunan, baik hutan lindung maupun hutan konservasi, termasuk penghuninya (biodiversitas). Studi LCAworks (2018) dengan jelas menunjukkan bagaimana kondisi hutan saat ini di kedua kawasan tersebut dibandingkan dengan Indonesia (Gambar 2). Virgin forest (primary forest) di kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan proporsi virgin forest di Indonesia.

Ilustrasi Virgin Forest. Doc. GAPKI

Deforestasi total yang terjadi pada hutan di daratan Eropa dan Amerika Utara telah menghabiskan virgin forest sehingga yang tersisa hanya sedikit. Studi Sabatini et al. (2018) dan Barredo et al. (2021) juga mengungkapkan bahwa luas hutan primer Eropa saat ini hanya tersisa 1.4 juta hektar yang tersebar di Finlandia, Ukrania, Bulgaria, dan Rumania. Demikian juga di Amerika Serikat, virgin forest yang tersisa hanya di sekitar Alaska (Sumarwoto, 1992).

Hilangnya virgin forest di Eropa maupun Amerika bukan hanya menyebabkan kehilangan tutupan hutan saja, tetapi juga menghilangkan biodiversitas asli baik flora maupun fauna. Dimanakah biodiversitas khas daratan Eropa dan Amerika saat ini?

Berbeda dengan Indonesia, dimana virgin forest masih cukup luas sehingga “rumah” biodiversitas tropis masih relatif terlestarikan. Hal ini juga terkonfirmasi dari masih hidupnya vegetasi asli tropis maupun satwa-satwa tropis seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, badak bercula, orang utan, kera, mawas, burung-burung, kupu-kupu, dan lain-lain.

 


Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4 : Mitos 7-04 Virgin forest sebagai “rumahnya” biodiversitas di Indonesia lebih buruk daripada negara lain.

Post View : 1666