Kolesterol Naik Hingga Picu Sakit Jantung Akibat Minyak Sawit? Salah itu.. Begini Faktanya!

Konsumsi minyak sawit meningkatkan kolesterol darah sehingga memicu penyakit jantung dan kardiovaskuler/aterosklerosis (Mitos 5-09)

Kandungan asam palmitat (termasuk dalam saturated fatty acids) yang relatif tinggi pada minyak sawit (Tabel 1) dijadikan sebagai landasan pihak anti sawit untuk menyebarkan isu/mitos. Salah satu mitos sawit yang berkembang adalah konsumsi minyak sawit dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit kardiovaskuler.

Secara alamiah, kolesterol merupakan suatu lemak yang sebetulnya sangat penting untuk kesehatan tubuh. Namun jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak seimbang, maka kondisi tersebut tidak menyehatkan bagi tubuh.

Terdapat tiga fraksi lemak yang menentukan kualitas kolesterol dalam tubuh, yakni LDL (Low Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol jahat, HDL (High Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol baik, dan asam lemak (Trigliserida). Umumnya LDL dan trigliserida yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, HDL yang meningkat sampai level tertentu justru diinginkan dan baik untuk kesehatan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang dapat menaikkan LDL dan Trigliserida sama artinya dengan menaikkan kadar kolesterol jahat. Sedangkan, jika menaikkan HDL berarti juga meningkatkan kolesterol baik.

Kaitan antara konsumsi minyak goreng sawit terhadap kolesterol tubuh sudah banyak dibuktikan para ahli gizi dan kesehatan. Puluhan hasil riset di dalam dan di luar negeri yang telah mengungkapkan hal tersebut dan dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional (seperti American Journal of Clinic Nutrition dan Journal Nutrition Biochemistry) telah menguji apakah konsumsi minyak sawit meningkatkan kolesterol tubuh. Studi Mien et al. (1989) mengungkapkan konsumsi minyak sawit dapat menurunkan LDL sebesar 21 persen dan menurunkan trigliserida sebesar 14 persen serta menaikkan HDL sebesar 24 persen. Artinya mengkonsumsi minyak sawit justru menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kolesterol baik sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Hasil penelitian para ahli lainnya (Lindsey et al., 1990; Hayes et al., 1995; Ng et al., 1992; Goodnight et al., 1992; Truswell et al., 1992; Wood et al., 1993; Hayes et al., 1995; Aro, 1995; Choudhury et al., 1995; Sundram et al., 1994, 1995, 1997; Choudhury et al., 1995; Ghafoorunissa et al., 1995; Zhang et al., 1997b; Hornstra, 1998; French et al., 2002; Voon et al., 2011; Gouk et al., 2013; Gouk et al., 2014) menghasilkan kesimpulan yang mendukung bahwa konsumsi minyak goreng sawit tidak meningkatkan kolesterol tubuh.

Bahkan sebaliknya, konsumsi minyak sawit justru memperbaiki kolesterol tubuh yakni meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL dan trigliserida) serta mengurangi deposisi lemak tubuh. Sehingga mengkonsumsi minyak sawit sesungguhnya dapat mengurangi/mencegah berbagai penyakit yang terkait dengan kadar dan kualitas kolesterol darah seperti penyakit kardiovaskuler/aterosklerosis.

Isu pengaitan minyak sawit dengan penyakit kardiovaskuler juga masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Studi Marangoni et al. (2017) mengungkapkan bahwa konsumsi minyak sawit pada manusia (dalam batasan konsumsi saturated fatty acid kurang dari 10 persen dari total energi) tidak memiliki efek pada resiko penyakit jantung. Studi Odia et al. (2015) bahkan telah merangkum banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit baik pada hewan maupun manusia tidak meningkatkan kadar kolesterol serum sehingga dianggap tidak memiliki risiko tambahan untuk penyakit kardiovaskuler.

Uraian di atas menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan konsumsi minyak sawit meningkatkan kolesterol darah yang dapat memicu penyakit jantung. Studi-studi di atas justru menunjukkan peranan minyak sawit untuk meminimalisir resiko terkena penyakit jantung. Minyak sawit yang memiliki kandungan asam lemak yang seimbang, bebas asam lemak trans, dan dilengkapi dengan senyawa bioaktif seperti karotenoid (vitamin A), tocopherols dan tocotrienols (vitamin E), squalene, dan ubiquinone justru berfungsi melindungi kesehatan jantung (cardioprotection effects).

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1120