Hutan memiliki kemampuan lebih baik dalam pemanenan energi surya dibandingkan perkebunan kelapa sawit (Mitos 6-27)
Perkebunan kelapa sawit merupakan bagian mata rantai penghubung antara satu-satunya sumber energi alam semesta yakni matahari dengan manusia. Melalui proses fotosintesis pada tanaman kelapa sawit, energi cahaya (foton) dari matahari ditangkap/dipanen dan disimpan dalam bentuk energi kimia yakni minyak sawit dan biomassa.
Perbandingan kemampuan memanen energi surya antara perkebunan kelapa sawit dan hutan ditunjukkan pada Tabel 1. Perkebunan kelapa sawit secara relatif lebih unggul dibandingkan hutan dilihat dari indikator efisiensi fotosintesis, konversi radiasi, incremental biomass, maupun produktivititas bahan kering. Sementara itu, keunggulan relatif hutan terletak pada indikator indeks luas daun dan total stok biomassa. Dengan demikian untuk pemanenan energi surya, perkebunan kelapa sawit lebih unggul dibandingkan hutan.
Jika yang diperlukan adalah bagaimana menghasilkan energi yang lebih efisien, menyerap karbon dioksida yang lebih banyak, dan menghasilkan oksigen yang lebih besar, maka perkebunan kelapa sawit memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan hutan. Namun, jika yang diperlukan adalah penyimpanan biomassa atau karbon stok yang lebih tinggi, maka hutan lebih baik dibandingkan perkebunan kelapa sawit.
Referensi
- PPKS (2004,2005)
