Selama ini, banyak yang mengira bahwa perkebunan sawit menjadi ancaman besar bagi keanekaragaman hayati (biodiversity loss). Tapi, benarkah seperti itu?
Mitos:
Produksi minyak sawit menyebabkan biodiversity loss yang besar.
Fakta:
Produksi minyak sawit justru menghasilkan biodiversity loss yang paling rendah dibandingkan minyak nabati lain, seperti bunga matahari, kedelai, atau rapeseed. Bahkan, perkebunan sawit bisa mendukung pertumbuhan keanekaragaman hayati, tergantung pada cara pengelolaannya.
Minyak Sawit = Biodiversity Loss Paling Rendah?
Penelitian dari Beyer et al. (2020 & 2021) menunjukkan bahwa minyak sawit memiliki tingkat Species Richness Loss (SRL) paling kecil dibandingkan minyak nabati lainnya. Artinya, untuk menghasilkan 1 liter minyak, kerugian terhadap jumlah spesies di sekitar lahan sawit jauh lebih kecil.
| Minyak Nabati | SRL (semakin tinggi = semakin buruk) |
|---|---|
| Palm Oil | 🔻 Paling rendah |
| Rapeseed, Soybean, Sunflower, Groundnut | 🔺 Lebih tinggi |
Kebun Sawit Bukan Zona Mati Biodiversitas
Studi lapangan di Riau dan Kalimantan Barat membandingkan jumlah jenis satwa dan tumbuhan di:
-
Ekosistem alami sebelum jadi kebun (benchmark),
-
Kebun sawit,
-
Hutan konservasi di sekitar kebun.
Hasilnya? Kebun sawit masih memiliki tingkat keanekaragaman yang kompetitif, terutama untuk jenis burung, serangga, dan tumbuhan, tergantung praktik pengelolaannya.
| Taksa | Riau (jenis) | Kalimantan Barat (jenis) |
|---|---|---|
| Mamalia | 0–7 di kebun | 0–4 di kebun |
| Burung | hingga 32 jenis | hingga 27 jenis |
| Herpetofauna | 2–11 jenis | 2–13 jenis |
| Kupu-kupu | hingga 31 jenis | hingga 20 jenis |
| Tumbuhan | 25–120 jenis | 31–71 jenis |
Kenapa Sawit Bisa Mendukung Biodiversitas?
Beberapa alasan mengapa kebun sawit bisa mendukung keanekaragaman hayati:
-
Tanaman sawit punya siklus hidup panjang (25–30 tahun), sehingga menciptakan kanopi yang stabil dan rindang.
-
Penanaman tanpa olah tanah berlebihan (minimum tillage) memungkinkan semak, serangga, dan organisme lain hidup berdampingan.
-
Sela tanaman sawit bisa ditanami tanaman penutup tanah (cover crop) atau legum, yang membantu menambah keragaman spesies.
-
Integrasi sawit dengan ternak dan pangan lokal juga membantu menciptakan lingkungan agroekologi yang seimbang.
Sawit Bisa Jadi Bagian Solusi
Perkebunan sawit yang dikelola secara baik ternyata tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari solusi pelestarian biodiversitas — terutama dengan penerapan praktik agroforestri dan konservasi mikrohabitat.
Mitos bahwa sawit menyebabkan kehancuran biodiversitas secara masif perlu diluruskan. Dengan praktik yang baik, kebun sawit bisa berperan dalam melestarikan keanekaragaman hayati lokal. Minyak sawit bahkan punya jejak ekologis paling rendah dibandingkan minyak nabati lain!
Beyer et al. (2020), Beyer dan Rademacher (2021). Emiwati et al. (2017). Santosa et al. (2017). Suharto et al. (2019)